INFORMASI :

SELAMAT DATANG DI WEBSITE DESA TEPAKYANG. PELAYANAN DI DESA TEPAKYANG HARI SENIN s/d KAMIS DIBUKA MULAI PUKUL 07.30 S/D 15.00 WIB HARI JUM'AT DIBUKA PUKUL 07.30 s/d 11.00 WIB

TANAMAN KALIANDRA MERAH UNTUK PAKAN KAMBING, DOMBA DAN HEWAN TERNAK

TANAMAN KALIANDRA MERAH UNTUK PAKAN KAMBING, DOMBA DAN HEWAN TERNAK

Kaliandra merupakan salah satu leuguminosa pohon atau semak yang memiliki beberapa spesies, satu diantaranya yang paling banyak dikenal adalah jenis kaliandra bunga merah (Calliandra calothyrsus). Kaliandra termasuk dalam familia Leguminoseae dan sub familia Mimosaceae (Palmer dan Ibrahim, 1996). (Hidayat et. al., 2006) menyatakan bahwa kaliandra adalah pohon kecil bercabang, tinggi maksimum 12 meter, diameter batang maksimum 20 cm, kulit batang berwarna merah atau abu-abu, ke arah pucuk batang cenderung bergerigi. Perakaran terdiri atas beberapa akar tunggang, akar lebih halus dan jumlahnya sangat banyak, memanjang sampai kepermukaan tahun. Kaliandra mempunyai daun yang lunak terbagi menjadi daun-daun yang keeil. Panjang daun utama mencapai 20 cm, lebarnya mencapai 15 cm.

Banyak spesies Kaliandra yang terdapat di Indonesia antara lain adalah C. calothyrsusdan C. surinamensis. Jenis C. surinamensis banyak ditanam di samping rumah sebagai tanaman hias. C. calothyrsus yang berbunga merah merupakan jenis dengan sebaran alami dari Mexico sampai Panama ini menunjukkan penampilan yang sangat bagus di Indonesia sebagai jenis multi guna. C. calothyrsus memiliki banyak kegunaan yaitu untuk kayu energi, pakan ternak, pengontrol erosi, perbaikan tanah karena kemampuannya mengikat nitrogen dan memproduksi seresah, penahan api, serta bunganya yang bagus juga menyebabkan jenis ini ditanam sebagai penghias jalan dan sumber nektar bagi lebah (Rina dan Nur, 2014).

Seperti kebanyakan hijauan ternak jenis lain, ternak membutuhkan waktu penyesuaian sehingga terbiasa memakan kaliandra, sebelum digunakan sebagai bagian dari pakan sehari-hari. Pemberiannya secara bertahap jangan langsung di berikan terlalu banyak, karena akan menyababkan gangguan pencernaan seperti diare.

TANAMAN KALIANDRA UNTUK PAKAN TERNAK  

Penggunaan Kaliandra dalam ransum sapi perah berdampak meningkatkan produksi susu dan keuntungan peternak. Wina dan Tangendjaja, (2000) melaporkan bahwa pemberian 10 kg daun Kaliandra kepada sapi perah perhari menghasilkan susu sebanyak 15,34 liter/hari/ekor dan keuntungan terbesar bagi peternak sapi perah. Sedangkan di Kenya, pemberian Kaliandra segar kepada sapi perah sebanyak 3 kg dapat menggantikan 1 kg konsentrat yang mengandung protein 16%. Pemberian Kaliandra sebagai pengganti konsentrat bervariasi bergantung pada tempat atau lingkungan (Paterson et. al., 1999). Prawiradiputra et. al., (2000) melaporkan tentang penelitiannya dengan lima macam ransum yang mengandung tingkat Kaliandra 0, 5, 10, 15, 20 kg, hasilnya menunjukkan bahwa produksi susu pada masing-masing perlakuan adalah 12,87; 14,51; 15,84; 15,32 dan 14,48 liter/ekor/hari. Data tersebut memberikan gambaran bahwa penggunaan Kaliandra sampai 20% sebagai komponen ransum memberikan respons meningkatkan produksi susu.

Menurut beberapa sumber yang saya baca bahwa pemberian kaliandra perlu di batasi, ada yang mengatakan bahwa pemberian maksimalnya sebanyak 20%dan 30%. (Rina dan Nur, 2014) menyatakan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi nilai gizi adalah kecernaanya, dan sejauh mana hijauan ternak dapat dicerna dan diserap oleh ternak. Kecernaan Kaliandra sangat bervariasi sekitar 30% sampai 60% .

Calliandra calothyrsus juga bermanfaat untuk produksi ternak non ruminansia. Meskipun hanya  sedikit informasi tentang tingkat produktivitasnya, namun ada laporan dari Vietnam yang menyatakan bahwa C. calothyrsus digunakan sebagai pakan ikan di kolam kecil. Daunnya juga dapat digunakan sebagai pakan kelinci dalam jumlah yang terbatas sebagai campuran pakan lain. Hasil yang baik telah diperoleh dari kelinci yang diberi makanan pelet yang mengandung 30% daun C. calothyrsus kering (Wina dan Tangendjaja, komunikasi pribadi.) Penambahan sedikit daun kaliandra untuk pakan ayam petelur (0,6-2,5% dari makanan pokok) akan menghasilkan warna yang lebih kuning pada kuning telur tanpa pengaruh negatif pada jumlah terlur yang dihasilkan atau pada perbandingan konversi nutrisi (Paterson et. al.,. 2000; Wina dan Tangendjaja, komunikasi pribadi)
 

Bagikan :

Tambahkan Komentar Ke Twitter

Kebumen Terkini

Wisata Religi Martaban Bulupitu Masuk dalam Kawasan Geopark Kebumen
Mulai Bulan Depan, Ketua RT dan RW di Kebumen dapat Dana Insentif
Upaya Pemkab Kebumen Menyikapi Kenaikan Harga Beras
DPRD Kebumen Sahkan Perda Tentang Stunting dan Pendidikan Pesantren
TMMD Tahap I/2024 Resmi Dibuka, Fokus Infrastruktur Jalan Desa

Arsip Berita

Statistik Pengunjung

Polling 1

Polling 2

Polling 3

Polling 4